Update Tragedi Kanjuruhan: Total Korban Ada 450 Orang




Darirakyat.com – Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terkait tragedi Kanjuruhan.

Pihaknya juga akan memeriksa beberapa saksi terkait tragedi yang menewaskan ratusan orang tersebut.

Menurutnya, ada beberapa saksi yang nantinya akan diperiksa, di antaranya Direktur LIB (PT Liga Indonesia Baru).

Kemudian ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia penyelenggara dari Arema, dan Kadispora provinsi Jawa Timur.

"InshaAllah akan dimintai keterangannya oleh tim penyidik hari ini,” kata Dedi, dilansir Pikiran-rakyat.com dari kanal YouTube Polri TV Radio.

Dedi juga menyampaikan bahwa tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan pendalaman dan menganalisa 32 titik CCTV di sekitar Kanjuruhan dan beberapa lokasi, dan analisa terhadap dua DVR.

Selain itu, Dedi mengatakan tim Labfor telah menganalisa enam buah handphone, dimana tiga di antaranya adalah milik korban dan tiga handphone lainnya masih diproses lantaran menggunakan password.

Tim Inafis dan Tim Labfor akan bekerja sama dalam melakukan analisa CCTV, setelah analisis tersebut berhasil Tim DVI akan melakukan identifikasi terkait terduga pelaku perusakan di dalam dan luar stadion.

Dedi Prasetyo juga menyampaikan bahwa Tim Itsus dan Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat dalam pengamanan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab sebagai operator pemegang senjata pelontar,” ujarnya.

Dedi mengatakan bahwa saat ini penyidik tengah mendalami keterangan manajer pengamanan dari pangkat perwira sampai perwira menengah.

Atas kericuhan yang terjadi pada Sabtu, 1 Oktober 2022, hingga hari ini diketahui bahwa terdapat 450 orang korban secara keseluruhan.

“Untuk korban meninggal dunia ada 125 orang, kemudian korban luka berat ada 21 orang, dan korban luka ringan ada 304 orang.

"Sehingga jumlah korban hingga hari ini ada 450 orang,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menjalankan tugasnya untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Tentunya tim ini masih harus bekerja keras tapi dengan prinsip kehati-hatian, ketelitian dan proses pembuktian secara ilmiah,” katanya.(pikiranrakyat.com)






Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel