Simak,,Curhat hingga Permintaan Mengharukan Istri Pelaku dan Korban Teror Mapolda Sumut


Darirakyat.com - Minggu (25/6/2017) lalu teror terjadi di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut).

Tindakan ini diduga sengaja dilakukan untuk mengacaukan momen Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Dari penyelidikan sementara diketahui pelaku teror yang menyerang Mapolda Sumut tersebut berjumlah empat orang.

Mereka adalah Ardial Ramadhana alias AR (34), Syawaluddin Pakpahan alias SP (43), Boboy (17) serta satu tersangka lagi berinisial FPY (32).

Berkaitan dengan kejadian ini, beberapa anggota keluarga terduga pelaku teror kemudian diperiksa pihak kepolisian.

Hal tersebut juga berlaku pada keluarga Syawalludin.
Meski begitu, pada Senin (26/6/2017) lalu pihak kepolisian akhirnya mempersilakan keluarga Syawaluddin pulang setelah menjalani pemeriksaan.

Istri Syawaluddin, Masli Damanik, kembali ke rumahnya di Jalan Pelajar Timur, Gang Kecil, Kecamatan Medan Denai, Senin sore.

Dikatakan tetangga sekitar kediamannya, sebagaimana dikutip dari Tribun Medan, Masli Damanik saat pulang langsung menyalami tetangga.

Dalam kesempatan tersebut Masli kemudian meminta maaf pada warga di sekitar kediamannya tersebut.

Masli dan anak-anaknya juga mengaku tak tahu soal perbuatan Syawaluddin.
Mereka bahkan memohon agar warga sekitar tak mengucilkan keluarga tersebut akibat kejadian ini.

"Maafkan kami yah, kami tidak tahu menahu perbuatan suami, jangan kucilkan kami yah," ujar Masli Damanik seperti yang ditirukan tetangganya, Nenek Mutiara.
Di sisi lain, Mianna Manalu, istri Ipda Anumerta Martua Sigalingging masih merasakan duka yang mendalam.

Sebagaimana diketahui, Martua merupakan aparat kepolisian yang juga jadi korban dalam serangan teror di Mapolda Sumut.
Merasa kehilangan suaminya, Mianna kemudian mengungkapkan curahan hatinya.
Secara khusus ia bahkan menyatakan permohonan untuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Ia berharap agar putra ketiganya bisa masuk sekolah kepolisian.

Andra Silalahi, keponakan Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging (pegang mik) memberi kata-kata perpisahan pada acara keluarga di rumah duka Jalan Abdul Gani Siregar, Desa Silandit, Kecamatan Padangsidempuan Selatan, Tapanuli Selatan, Senin (26/6/2017) pukul 06.00 pagi. Isak tangis membalut acara, apalagi dia menyinggung tentang pamannya yang memberinya nasihat pada pertemuan keluarga Desember 2016 lalu. (TRIBUN-MEDAN.COM/ARJUNA BAKKARA)


"Saya mohonlah sama Pak Kapolri. Permintaanku cuma satu. Anak ketiga kami si James bisa lulus jadi Polisi," ujarnya di acara pemakaman suami tercinta, di Desa Sukaramai, Air Putih, Batubara, Selasa (27/6/2017), seperti dikutip dari Tribun Medan. Dikatakan Mianna, James bercita-cita menjadi polisi seperti ayahnya. Setelah lulus dari SMA pemuda itu sempat mendaftar bintara Polri. Namun nasib mujur belum berpihak kepada pemuda tersebut.

"Ia (James) pengin kali jadi Polisi, sudah ikut tes namun gagal. Pada malam sebelum kejadian ada firasat tidak enak. Saya sulit tidur kepikiran sama suami," katanya.
Mianna kemudian terkenang pesan suaminya untuk terus menjaga anak-anak mereka.
"Semasa hidup dia (Ipda Martua Sigalingging) selalu ingatkan saya untuk perjuangkan sekolah anak-anak. Kepentingan anak harus diutamakan," ujarnya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel