Thursday, 3 August 2017

Gunakan Obat Penenang Dumolid, Kenapa Tora Sudiro Dan Mieke Amalia Ditangkap? Ini Penjelasannya


Darirakyat.com, JAKARTA - Tora Sudiro dan istrinya Mieke Amalia ditangkap polisi di rumahnya Perumahan Bali View, Tangerang Selatan.

Polisi menemukan 30 butir dumolid di rumah Tora. Apa itu dumolid?

Kandungan utama dumolid adalah nitrazepam. Ini jenis obat benzodiazepin yang bersifat psikoaktif.

Inti struktur kimianya adalah perpaduan dari cincin benzena dan cincin diazepine.

Obat ini sering digunakan untuk pengobatan insomnia sedang hingga parah. Obat ini bekerja dengan mempengaruhi bagian otak yang mengontrol emosi dan juga merilekskan otot-otot.

Yang perlu menjadi perhatian adalah dumolid ini sangat populer di kalangan anak remaja.
Sebagai obat penenang, dumolid digunakan untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia.

Juga diresepkan pada mereka yang mempunyai riwayat depresi guna membuat mereka lebih mudah istirahat dan tidak terlalu lama terjaga.

Sayangnya, banyak anak remaja yang tidak punya riwayat masalah kesehatan tersebut beralih menggunakannya untuk menjadi lebih percaya diri.

Tapi seperti pengalaman seorang ibu di Jakarta, yang diperoleh bukannya rasa PD, tapi malah tulalit.

sudah tiga kali memergoki anak remajanya menggunakan pil Dumolid. Sang ibu menceritakan bagaimana anaknya bisa mengonsumsi pil tersebut dalam jumlah banyak bahkan bisa 10 atau satu setrip dalam sehari.

"Anak saya biasa mengonsumsinya dengan kopi atau soda. Bayangkan betapa bahayanya obat dicampur dengan minuman seperti itu, apa lambungnya tidak akan meledak?", terangnya.

Sang ibu juga mengatakan bahwa anak remajanya jadi lebih sering lupa dan menjadi lebih kurang teliti saat mengerjakan pekerjaan rumahnya.

"Kalau lagi bicara cepat tapi terbata-bata seolah lidahnya tertahan saat ngomong. Terus cepat lupa dan lebih sering marah-marah," tuturnya.

Sang ibu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus lebih waspada akan penyebaran pil-pil ini di Tanah Air lantaran penjualannya sudah mulai bebas dan bahkan tersedia di apotek-apotek.

Karyawan apotek pun sering menerima resep dokter yang mencurigakan dengan tebusan salah satunya dumolid ini.

Seperti yang ditulis Dewa Kurniawati, petugas di salah satu apotek di Tangerang, ia mencermati resep dokter yang diajukan oleh seorang anak muda.

Akhirnya ia berbohong ketika mencurigai resep dokter yang "aneh". Ia selalu bilang obat yang diresepkan itu tidak ada.

Konsumen tersebut sempat marah dan akan masuk ke ruang obat apotek tersebut.

Jika dulu heroin, ekstasi, dan shabu menjadi narkoba primadona di kalangan anak muda era 90-an hingga 2000-an awal, lain lagi ceritanya dengan anak-anak di zaman milenial seperti sekarang ini. Anak-anak era modern kini lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan yang sebetulnya bukan murni golongan narkoba. Salah satunya yang sedang naik daun adalah obat dumolid. Mereka seringnya mengonsumsi obat ini bersama dengan minuman bersoda, kopi, atau minuman energi demi menggenjot semangat, konsentrasi, dan kepercayaan diri.

Obat dumolid sebenarnya adalah nama merek dari obat generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, obat penenang. Obat dumolid adalah salah satu pilihan obat yang paling sering diresepkan untuk terapi jangka pendek guna mengobati gangguan tidur (insomnia) parah, kejang, gangguan kecemasan, dan depresi.

Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek ketergantungan tingkat tinggi. Meskipun obat dumolid terbukti bermanfaat untuk sejumlah kondisi medis tertentu, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Meskipun dumolid termasuk ke dalam psikotropika golongan IV apabila tanpa resep dokter penggunaannya berubah menjadi penyalahgunaan. Penggunaanya harus sesuai resep dokter!

Tapi faktanya obat ini gampang didapat,kerna dijual online, tanpa resep. 
Dumolid itu legal bila digunakan untuk pengobatan tapi bila disalahgunakan ya ditangkap polisi. Dan akan di kenakan sanksi psl.62 UU No.5 ttg psikotropika,ancaman 5th.

Comments
0 Comments

0 comments