Mundur karena Beda Sikap dengan AHY, Ferdinand Hutahaean: Saya Tidak Cari Pekerjaan di Partai


Darirakyat.com - Ferdinand Hutahaean menanggapi perihal dirinya yang menjadi bahan perbincangan politisi Partai Demokrat saat sebelum memutuskan untuk mundur sebagai kader.

Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan internal kader partai karena menyatakan bahwa ia beda sikap dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Perbincangan tersebut menyebutkan bahwa Ferdinand Hutahaean perlu ditindak oleh sang Ketua Umum.

Menurut Ferdinand Hutahaean, dirinya tidak takut  untuk ditindak. Hal itu disampaikannya dalam cuitan Twitter @FerdinandHaean3 pada Kamis, 4 Februari 2021.

Ferdinand Hutahaean mengomentari tangkapan layar percakapan dalam telegram antara akun Ossy Dermawan dengan acc tomy wa.

“Saya baru lihat ini, lucu juga membacanya,” tulis Ferdinand Hutahaean seperti dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @FerdinandHaean3.

“Kok mereka ini merasa kalau saya takut? Akan ditindak? Hahahahah sorry coy, saya tidak mencari pekerjaan di partai, beda sama kalian yang pasti takut sama bos,” tambahnya.

Saya baru lihat ini, lucu juga mbacanya. Koq mereka ini merasa kalau saya takut? Akan ditindak? Hahahahah sorry coy, saya tidak mencari pekerjaan di partai, beda sama kalian yg pasti takut sama bos.

Faktanya gue yg MUNDUR bukan diberhentikan..! ???????? pic.twitter.com/TPohDg2Sj4— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHaean3) February 4, 2021

Secara tegas, politisi asal Sumatera Utara ini menyatakan dirinya mundur dari kader partai bukan diberhentikan partai.

“Faktanya gue yang MUNDUR bukan diberhentikan!,” ucap Ferdinand Hutahaean.

Selain itu, Ferdinand Hutahaean juga menyindir mantan rekanya dalam partai yang menyebut dirinya lengser atau ditindak.

“Karyawan-karyawan bayaran partai, pekerja gajian partai itu merasa diri pantas ngomongin politisi untuk lengser atau ditindak,” ujar Ferdinand Hutahaean.

“Padahal sang politisi tidak takut ditindak, makanya mengundurkan diri dengan alasan politik kebangsaan, Kasihan!,” tambahnya. (pikiranrakyat.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel