Keren! Anggun Nyinden di Jalanan Paris Dukung Pameran UMKM yang Digelar Gibran Rakabuming




Darirakyat.com
- Anggun C S asmi didapuk menjadi sinden di pembukaan pameran UMKM hasil kerja sama dengan KBRI di Perancis dan perusahaan Shopee yang diadakan di pusat perbelanjaan Le BHV Marais. Dalam unggahan di Twitter, Anggung mengaku antusias karena baru pertama kali menyanyikan lagu Jawa.

"Latihan di KBRI untuk acara #JavaInParis tgl 8 Juni besok di BHV Le Marais. Pertama kali nyinden, trus nyinden nya di Paris," tulis Anggung saat menjalani sesi latihan bersama penari dari Solo, 6 Juni.

Saat tampil di jalanan Paris, Anggun nampak cantik dan percaya diri mengenakan batik. Dengan suaranya yang khas, Anggun menarik minat pengguna jalan.

Acara yang diinisiasi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka ini bertujuan mengenalkan produk unggulan Solo batik ke pasar Paris melalui. Pada kesempatan itu, ia sengaja membawa berbagai motif batik.

"Besok akan kami kenalkan kenapa ini motifnya berbeda. Setiap motif dan warna dari batik yang dibawa memiliki filosofi masing-masing. Hal inilah yang membuat batik menjadi sangat kaya," katanya pada talkshow bertajuk Buah Karya Bangsa di Paris dikutip dari ANTARA, Kamis, 9 Juni.

Ia mengatakan pada pameran tersebut ada sebanyak 1.200 produk yang akan dipamerkan. Selain itu, pada kesempatan tersebut juga akan dikenalkan budaya dari Solo.

Melalui pameran tersebut ia berharap warga Perancis maupun turis yang berkunjung ke negara tersebut bisa menerima dan membeli produk-produk asal Solo.

"Apalagi Paris selama ini dikenal sebagai pusat mode dunia. Untuk pamerannya sendiri akan diselenggarakan hingga sebulan ke depan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Perancis, Andorra, Monako, dan Delegasi Tetap RI Untuk UNESCO Mohamad Oemar mengatakan tidak sembarang produk yang bisa dikenalkan di Le BHV Marais karena tim dari BHV Marais memiliki ahli kurasi.

"Jadi bukan hanya tim pemasaran tetapi mereka juga punya ahli riset pasar. Ahli bidang tertentu yang ditampilkan, misalnya fashion, karya lukis atau kerajinan tangan. Jadi mereka yang bisa memastikan apakah produknya bisa diterima publik Perancis atau tidak," katanya. (voi.id)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel