Thursday, 30 November 2017

Ok Trip Ala Anies Ternyata Hanya Berlaku Dalam Sekian Jam Saja, Jangan kaget yah…


Darirakyat.com, Jakarta – Integrasi transportasi ala Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, OK Otrip ternyata memiliki masa berlaku. OK Otrip yang mematok harga Rp5000 dalam satu kali perjalanan dibatasi waktu selama tiga jam. Artinya jika setelah tiga jam, maka perjalanan dianggap sebagai perjalanan baru yang kembali dikenakan tarif perjalanan Rp5.000.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah saat rapat Banggar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017). Menurut Andri pembatasan waktu tiga jam sesuai dengan estimasi perjalanan yang tidak melebihi waktu tersebut dalam satu kali perjalanan.

“Kita kasih kurun waktu berangkat 3 jam, pulang 3 jam terserah dia ngetapnya dari mana. Misalnya dia berangkat dari rumah baru ngetap pertama naik bus jam 9 berarti sampai jam 12 dia Rp5.000. Kita sudah menghitung 3 jam sudah sampai ke kantor,” kata Andri.

Andri menjelaskan setiap pelanggan akan memiliki kartu yang telah terisi saldo. Dalam satu kali perjalanan, berapapun moda transportasi yang dinaiki, saldo yang berkurang hanya Rp5.000 sebagai tarif perjalanan.

Jadi mekanismenya, kami sedang membangun aplikasi yang tadi saya katakan 6 bank. Nanti masyarakat punya kartu. Kartu ini Sudah berisi pulsa. Kita kasih kurun waktu 3 jam dengan harapan 3 jam itu dia sudah sampai dengan posisi yang akan dituju.

Misal dari rumah, dia naik angkot, nge tap di situ ada stiker, langsung, kepotong Rp4000, nah pada saat naik berikutnya naik Kopaja ngetap lagi kena Rp1000. Terus dia naik lagi busway (Transjakarta), kena 0 rupiah,” terang Andri.

Andri mengatakan untuk integrasi pembayaran pihaknya tengah menjajaki dengan 6 bank. Nantinya, bank yang akan digunakan untuk siatem integrasi pembayaran akan ditentukan melalui lelang.

“Karena itu kemarin kami sudah memanggil 6 bank untuk ikut bisa mem propose, kita lelang nih, karena kita tidak mau menunjuk bank-bank yang ada. Semua harus di lelang. Nanti kita lihat keuntungan kerugian dan kecepatan daripada itu,” pungkas Andri. (ikbal)

Sumber: poskotanews.com

Comments
0 Comments

0 comments