Sunday, 24 September 2017

Distribusi Bantuan Sempat Terkendala, Pemprov Bali Lakukan Ini… Untuk Pengungsi Gunung Agung


Darirakyat.com, Klungkung - Pendistribusian bantuan untuk belasan ribu pengungsi Gunung Agung sempat terkendala. Oleh karena itu, Pemprov Bali mengambil alih pendistribusian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.

"Distribusi bisa lancar dan pagi-pagi pukul 08.00 WITa, di rumah saya, dan Sekda bersama saya ke Tanah Ampo, Karangasem, bersama dinas sosial yang bertanggungjawab logistik," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di GOR Swacepura, Klungkung, Bali, Minggu (24/9/2017).

Pastika menambahkan pencatatan logistik masuk dan terdistribusikan diperbaiki. Bantuan apapun kini masuk ke Pos Tanah Ampo untuk selanjutnya didistribusikan ke seratusan titik pengungsian di 9 kabupaten/kota.




"Tugas posko itu sekarang menerima bantuan dari siapapun langsung menyalurkannya keluar bagi yang memerlukan. Tahu yang memerlukan atau tidak, semua di titik pengungsian besar akan saya tempatkan satu SKPD dari provinsi," ujar Pastika.

Ada 42 SKPD yang diperintahkan untuk melakukan pendataan logistik dan menyalurkan ke setiap lokasi pengungsian. Puluhan SKPD dari Pemprov Bali akan ditempatkan di pos-pos pengungsian induk.

"Yang besar-besar karena cuma ada 42 SKPD, sebagian sudah di Tanah Ampo sebagai Liaison Officer. Dia tahu titik ini perlu apa dan dia yang minta ke posko dan posko wajib menyalurkan," ungkap Pastika.

"Kemarin belum begitu, menumpuk sampai busuk. Ini yang terjadi, hari ketiga saya keliling ini, saya lihat memang distribusi logistik itu permasalahan utama yang tidak tertangani dengan baik," pungkasnya.

Selain itu, kendala banyaknya titik pengungsian yang terus bertambah juga menghambat proses pendistribusian bantuan logistik. Pastika memperkirakan pos pengungsian telah tersebar di lebih dari 150 titik di Bali.

"Saya kira sekarang sudah lebih dari 150 titik pengungsian, sedang kita data dan titik-titik kecil itu supaya bergabung kalau dia tidak mampu," ucap Pastika. (news.detik.com)

Comments
0 Comments

0 comments