Tuesday, 8 August 2017

Ini Loh,,13 Patung keren di berbagai daerah ini justru dirobohkan, kenapa ya?


Darirakyat.com - Patung memang sengaja dibuat untuk simbol sebuah kearifan yang diusung masyarakat setempat. Di samping itu, patung merupakan karya seni tinggi dari hasil olah pikiran seorang seniman. Meski begitu, sebuah patung atau hasil karya seni juga tidak bisa lepas dari kontroversi karena sebagian masyarakat gagal memahami maknanya. Jika kontroversi semakin kuat maka bisa diprediksi patung ikonik tersebut akan segera dirobohkan.

Nah, berikut brilio.net menghimpun 12 patung yang pernah dirobohkan di Indonesia, Senin (29/02):

1. Patung Akar Manusia, Yogyakarta



Patung Akar Manusia di titik nol kilometer, Yogyakarta, dirobohkan oleh sekelompok orang karena dinilai mengandung unsur pornografi. Meski peristiwa itu ditentang oleh hampir semua kalangan seniman, namun perobohan patung tersebut tetap dilakukan.

2. Monumen Coen, Jakarta

Tidak diketahui secara pasti tahun berapa patung ini pertama kali dirobohkan. Patung itu sendiri didirikan oleh pemerintahan Belanda sebagai ikon ibu kota pemerintahannya di Indonesia, Batavia.

3. Patung Wisnumurti, Bali


Patung Wisnumurti dirobohkan oleh pemerintah kabupaten setempat untuk digantikan dengan Patung Soekarno. Namun, masyarakat justru protes agar pemerintah merelokasi Patung Soekarno ke tempat lain dan mengganti kembali dengan patung Wisnumurti.

4. Patung Jayabaru, Sidoarjo


Patung Jayabaru hanya bisa bertahan seumur jagung. Tidak lama dari peresmiannya, patung ini digugat oleh sekelompok orang karena dinilai sebagai berhala yang bisa merusak. Patung yang berjumlah 9 ini sebenarnya dibuat untuk melambangkan 9 profesi dari masyarakat Sidoarjo, termasuk profesi petani dan pedagang.

5. Patung Bima, Purwakarta


Perobohan Patung Bima di Purwakarta ini cukup panas kontroversinya. Sekelompok orang merobohkan patung Bima bersamaan dengan 3 patung lainnya.

6. Patung Gatot Kaca, Purwakarta



Seperti halnya patung Bima, Patung Gatot Kaca juga dirobohkan kelompok masyarakat tertentu dengan alasan merupakan simbol berhala.

7. Patung Semar, Purwakarta



8. Patung Arjuna, Purwakarta

Yang terbaru adalah Patung Arjuna tidak dirobohkan begitu saja melainkan juga dibakar sampai ludes.

9. Patung Tiga Mojang, Bekasi

Patung Tiga Mojang di kompleks Kota Harapan Indah, Bekasi, dibongkar oleh pemerintah setempat. Hal itu lantaran adanya protes dari kalangan masyarakat tertentu.


10. Patung Inul, Jakarta


Patung Inul Daratista, yang berada di tengah jalan dekat rumahnya, Jalur Kartika Utama, Pondok Indah, Jakarta diprotes organisasi kemasyarakatan pada tahun 2007. Patung Inul setinggi 2,5 meter itu bertuliskan 'Sumbangan dari Inul Daratista'. Inul sengaja menyumbangkan patung dirinya untuk menghiasi jalan.

11. Patung dr. Pringadi, Medan


Dokter Pringadi Gonggoputro merupakan tokoh yang dikenal membantu mengobati para pejuang semasa berperang melawan Belanda. Sosoknya dijadikan patung di halaman depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi, Medan untuk mengenang jasanya. Namun dengan alasan renovasi rumah sakit, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Sumatera Utara,  membongkar patung dokter Raden Pirngadi Gonggoputro untuk memperbesar tempat parkir. Menurutnya, patung tidak akan dihilangkan melainkan akan dipindah ke tempat yang lebih layak.

12. Patung Naga Bima, Solo


Dengan alasan tidak memiliki biaya untuk merawatnya, patung Naga Bima di Solo dirobohkan oleh pemerintah kota setempat. Pemerintah menilai, pihaknya tak memiliki anggaran untuk memperbaiki patung yang sejak 2012 mengalami kerusakan parah. Patung itu sendiri diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 500 juta untuk merenovasinya, sedangkan biaya untuk merobohkannya jauh lebih murah. 

13. Patung Lumba-lumba, Medan


Patung seekor Lumba-lumba yang ada di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Jamin Ginting Tanjungbalai, Medan dibongkar dengan alasan penataan kota.

Sumber:https://www.brilio.net/duh/13-patung-keren-di-berbagai-daerah-ini-justru-dirobohkan-kenapa-ya-160229c-splitnews-2.html

Comments
0 Comments

0 comments