Monday, 31 July 2017

NAFSU BESAR TENAGA KURANG'


Darirakyat.com -- Begitu undang undang pemilu dijalankan dengan sistem Presidential Threshold ambang batas 20 - 25 %, dipastikan Bapak Joko Widodo melenggang kangkung bak fhoto model asal negeri bantar kali Anyar Solo. Untuk maju pada pemilu 2019 - 2024.

Gagal maning, gagal maning, gagal maning son kata bocah asal kota Brebes. 

Gimana tidak, ke - 4 partai yang adalah GRINDRA, DEMOKRAT, PAN, PKS yang selalu menjadi rival partai pengusung dan pendukung pemerintah itu, kini tidak bisa memenuhi suara sistem Presidential threshold.

Kemenangan sistem VOTING oleh anggota dewan dengan perolehan suara 322 orang. Mereka adalah Partai PDIP, HANURA, NASDEM, PKB, PPP dan GOLKAR yang baru INSYAF. Mereka membuktikan kepada bangsa dan negeri ini kalau mereka masih WARAS dan CINTA NKRI. Maka dengan suara tersebut, memastian Bapak Joko Widodo kembali menjadi Presiden. Dan saya sangat setuju itu.

Menurut hemat saya, dari pengalaman yang terjadi selama ini. Dapat dipastikan SBY dan Probowo adalah sosok yang tidak cocok, begitu banyak perbedaan cara politik, idialisme dan cara kepemimpinan diantara mereka.

Yang saya tidak habis pikir, SBY mantan presiden 2 periode, mantan Kaster, mantan kasospol dengan pangkat Letnan Jenderal, sekaligus Ketua Umum partai Demokrat. Disisi lain sosok Prabowo yang mantan Pangkostrad yang sudah diberhentikan secara tidak hormat. Jenderal bintang 3 ini adalah mantan menantu presiden Bapak Suharto. Sepengetahuan saya, probowo GAGAL MENJALANKAN BAHTERA RUMAH TANGGA, kini berambisi untuk menjadi presiden.

Sepertinya jauh panggang dari api. Bagaimana mungkin memimpin bangsa dan negeri ini,  memimpin keluarga saja tidak becus. 

Terus pertanyaannya...??

Siapa yang menjadi ibu Negara,.?? 
Untuk menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, harus ada ibu negara biar Klop. Biar ada pemimpin bagi para isteri menteri, yaitu ibu ibu menteri. Nga mungkin dong maya estianty diajak jadi ibu negara...??

Kini mereka melakukan pertemuan di Cikeas, seperti KATA KITA, DIPLOMASI NASI GORENG ALA CIKEAS. 

Mengingat pernyataan SBY, yang ditujukan buat pemerintah dalam hal ini Joko Widodo. Katanya jokowi dengan segala kekuasaan yang melampawi batas, penyimpangan kekuasaan. 

Saya jadi keki nih sama SBY....!!!

SBY berkuasa 10 thn pake undang undang pemilu sistem presidential threshold ambang batas 20 %, sepertinya bapak ini sudah pikun atau pura pura lupa....??

Kasus CENTURI yang merugikan negara puluhan trilyun, kasus HAMBALANG, yang kini menjadi tempat para GUNDORUO dan SETAN. Kini hambalang menjadi tempat Jin buang anak. Sepertinya pak Jokowi perlu berkunjung sekali lagi,  terus ajak SBY untuk fhoto fhoto disana. Saya kira ini adalah ide yang bagus. 

Pada saat SBY menjadi presiden begitu banyak menteri, petinggi partai demokrat harus masuk BUI ditangkap KPK akibat KORUPSI.

Pertayaannya adalah...??

Anda sebagai presiden ngapain aja, dimana kontrol cek and balance anda sebagai kepala negara...??

Kusut ya republik ini anda pimpin.....!!!

Kini para mantan jenderal ini akan bersatu melawan situkang kayu yang konon katanya sakti mandra guna itu.

Sehingga saya berpikir begini,,,,

SULITNYA MENEMUKAN KELEMAHAN dan KEKURANGAN JOKOWI, sama SEPERTI SULITNYA MENEMUKAN KELEBIHAN SBY dan PRABOWO.

Mari pak SBY dan Pak Prabowo, sesekali undang saya makan nasi goreng. Sekaligus kita minum kopi bareng biar kita makin CERDAS dan BIJAKSANA.

SALAM WARAS.......!!!



JOHANNES L. TOBING. SH.

Comments
0 Comments

0 comments