Friday, 9 June 2017

Terungkap! Karena Kelakuan Laskar FPI, Tempat Rizieq Shihab Menginap Selama di Arab Saudi Ketahuan. Simak......


Darirakyat.com -- Beberapa jam setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus chat porno pada 29 Mei lalu, Rizieq Shihab muncul di akun Instagram milik DPP FPI. Dalam video berdurasi pendek itu, Rizieq didapati sedang menjamu beberapa perwakilan dari FPI termasuk kuasa hukumnya Eggi Sudjana di sebuah hotel mewah di Mekkah.

A post shared by Front Pembela Islam (@dpp_fpi) on

Jika kita melacak video Instagram itu, maka didapati video diunggah pada 29 Mei 2017, pukul 23.20. Namun, jika ditilik dari waktu zulu (UTC) maka yang muncul adalah 18.20

Dari waktu zulu ini kita bisa melacak posisi si pengunggah berada. Hasilnya saat mengunggah, admin FPI ternyata tidak berada di Indonesia. Jika merujuk waktu UTC 18.20 dan lokasi Indonesia yang berada di GMT+7 mestinya waktu yang muncul di skrip video adalah 01.20, dengan tanggal yang berbeda yakni, 30 Mei.

 Dengan angka yang muncul 23.20, maka dapat dipastikan lokasi si pengunggah ada di area yang zona waktunya GMT+5 seperti Pakistan, Maladewa, Taijikistan, Uzbekistan, dan Kazakhstan.
Jika kita membandingkan data di atas dengan rute perjalanan pesawat Jeddah menuju Jakarta, maka didapat kesinkronan, khususnya dengan penerbangan dengan pesawat Garuda GA981 dan Saudi Airlines SV816.

Pada 29 Mei lalu, pesawat GA816 berangkat dari Jeddah pukul 16.37 UTC sedangkan maskapi Saudi Airlines terbang 16.28. Jika kita melihat data dari flightradar24, ketika memasuki waktu 18.20 UTC, dua pesawat ini sedang berada di Laut Arab – selatan Pakistan.
Dari analisis di atas bisa diambil kesimpulan video itu diunggah admin DPP FPI saat dia berada dalam pesawat usai menemui Rizieq di Mekkah. Tak sulit untuk mengakses internet di dalam pesawat GA981 atau SV816. Pesawat tersebut diketahui memberikan akses WiFi kepada penumpang.
Lalu kapan sebetulnya video itu direkam? Amatlah musykil jika video itu direkam pada 29 Mei atau bertepatan dengan waktu pengunggahan.  Dalam video itu muncul sosok Eggi Sudjana.

Pada tanggal 29 Mei, Eggi sudah tiba di Indonesia. Dia pun sempat memberi keterangan pers ke awak media di DPP FPI pada sore harinya. Karena itu dapat dipastikan perekaman dilakukan sebelum tanggal 29 Mei.

Rizieq yang Menginap di Hotel Mewah?

Dalam video itu, Rizieq digambarkan menerima rombongan di sebuah kamar hotel yang terlihat mewah. Dari jendela kamar hotel dia langsung bisa melihat kabah dan kerumunan orang yang melakukan thawaf. Dari rekaman video, kita bisa melacak dan menemukan hotel di mana tempat Rizieq menginap ini.

Posisi kabah yang membentuk sudut pandangan 45 derajat dan keberadaan menara hijau bisa dijadikan petunjuk awal mencari hotel tempat Rizieq menginap. (Lihat foto di bawah)

Merujuk pada peta kompleks Masjidil Haram secara keseluruhan, maka kita akan menemukan menara yang bentuknya sama seperti di video.

Bentuk masjidil haram, mirip seperti juring lingkaran 30 derajat - empat menara memutari keliling lingkaran itu, sedangkan satu lagi di sumbu. Dari keempat menara, jarak diantara dua menara di tengah amatlah begitu dekat.

Di video terlihat hanya satu menara, itu artinya menara yang terlihat kemungkinan besar adalah menara yang di utara, barat dan tenggara (sumbu).
Potensi menara sumbu mesti dieliminir karena posisinya yang sejajar dengan Ka'bah. Jika pengambilan gambar dilakukan maka muncul di video adalah Ka'bah dengan posisi lurus, tidak menyerong seperti yang ada di video dirilis FPI. Setelah menemukan spot sudut pengambilan gambar langkah selanjutnya menyisir hotel-hotel di sekitar area yang telah disortir (lihat grafis di bawah)

Di area yang telah disortir kami menemukan beberapa hotel mewah dengan ketinggian gedung lebih dari 15 lantai - video memperlihatkan Ka'bah, itu artinya kamar tempat video itu diambil berada di atas lantai 15. 

Saat penyortiran munculah nama hotel berikut: Al Safa Royal Palace, Le Meridien Makkah, Al Safwah Royale Orchid, Al Safwah Hotel Tower 1, Royal Dar Al Eiman, Al Massa Hotel, Guess Palace, Makkah Hilton Towers dan hotel termegah di Mekkah yang baru saja selesai dibangun yakni Makkah Clock Royal Tower.

Langkah selanjutnya adalah mencari interior kamar hotel yang mirip seperti di video. Sampel yang dipakai adalah motif karpet, interior kamar dan warna cat dinding. Setelah dicek satu per satu hotel di atas, maka didapatilah bahwa lokasi perekaman video diambil di Hotel Al Safwah Royale Orchid Tower 1 Alamat: Ajyad Street, Ajyad, Mecca 24231, Arab Saudi
Telepon:+966 12 576 8888.

Kemiripan itu terlihat dari motif karpet dan bentuk kusen (lihat gambar di bawah). Untuk melihat gambar lain dari kamar hotel ini Anda bisa mengklik link berikut ini.







Hotel Al Safwah adalah hotel bintang lima. Untuk menginap di hotel ini harga termurah per malam yang mesti Anda kocek mencapai 720 riyal atau Rp2,5 juta. Namun, tampaknya interior kamar dari rekaman video yang diambil itu bukanlah dengan fasilitas standar.


Dari video tampak kamar Double Studio. Ruangannya berukuran 112 meter persegi, dengan fasilitas ruang tamu dan bathroom. Bisa memandang ka'bah secara langsung dari jendela membuat tarif sewa kamar jadi lebih mahal. Tarif di situs booking.com menyebut sewa kamar ini perhari berkisar 7-15 juta rupiah. 

Rp 15 juta x 30 hari = 450 juta rupiah

Karena pada momen bulan Ramadan kali saat di mana okupansi meningkat, tarif hotel tentu akan lebih mahal.

Kiprah Rizieq yang menginap di hotel bintang lima dengan fasilitas wah saat berada di Mekkah bukanlah hal baru. Pada awal Mei lalu, seorang WNI bernama Rachman Purnama sempat bertemu dengan Rizieq di lobby Hotel Fairmont Mekkah Clock Royal Tower. Dikabarkan saat menjalani umroh, Rizieq menginap di sana. Tarif di Fairmont lebih mahal ketimbang Al Safwah, tarif termurah berkisar 9 jutaan dan fasilitas termewah bisa mencapai 50 juta rupiah.

Ketika diklarifikasi ke Eggi, dia membenarkan di video itu adalah dirinya. "Ada juga dari FPI Sobri Lubis (Ketum DPP), MUI ada Nur Sukma (MUI Bogor), ada juga panglima Laskar FPI Maman Suryadi dan beberapa yang jalan kaki dari Ciamis," katanya kepada Tirto.

Terkait fasilitas mewah dan desas-desus semua itu didapat berkat undangan raja, Eggy menampiknya. "Enggak, itu umroh aja. Disertasinya mau sekalian disusun. Undangan raja enggak ada, tapi pas di sana membangun komunikasi, waktu saya di sana komunikasi dengan setingkat menteri ada. Jadi soal visa saya kira itu mudah," katanya. (Tirto.id/Infoteratas.com)


Comments
0 Comments

0 comments