Wednesday, 14 June 2017

Senjata Makan Tuan! Rizieq Shihab Disindir Mantan Pemred Majalah Playboy Indonesia. 'Makjlebb' Bacanya!



Darirakyat.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi itu dikabarkan sedang berada di Arab Saudi.


Menanggapi kasus tersebut, mantan Pemred Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, berkicau lewat akun Twitter-nya. Ia mengungkit kembali apa yang pernah dilakukan FPI kepada dia.



Sebagai informasi, pada 2010 silam, FPI pernah membagi-bagikan selebaran bergambar wajah Erwin Arnada kepada pengendara saat mereka gelar aksi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pada saat itu FPI meminta agar Erwin segera dieksekusi setelah Erwin dijatuhi vonis 2 tahun oleh Mahkamah Agung (MA).

Selebaran itu bergambar foto Erwin yang bertuliskan 'Buronan, Erwin Arnada Teroris Moral". Di balik selebaran, salah satu poinnya bertuliskan "Kepada masyarakat yang mengetahui informasi keberadaaan teroris moral Erwin Arnada untuk segera melaporkan ke Kejaksaan setempat."

Bahkan pada saat itu, Habib Rizieq mengimbau seluruh laskarnya untuk mencari dan menangkap Erwin. "Kepada semua laskar FPI di manapun berada. Bila tahu keberadaan buronan bernama Erwin Arnada, segera lakukan penangkapan," kata Habib Rizieq pada Agustus 2010 lalu.

Atas sikap FPI itu, Erwin pun kemudian melontarkan sindiran di saat kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang menjerat Habib Rizieq.

"Abis subuh iseng bongkar file lama , eh ketemu ginian, dibilang buronan sama ' yg sekarang jadi buronan beneran," tulis Erwin di akun Twitter-nya, Selasa (13/6/2017), disertai dengan unggahan foto saat aksi FPI membagi-bagikan selebaran dirinya sebagai buronan.

"permisi , numpang nanya , siapa yg buronan , siapa yang cabul ya ?," sambungnya.

"poster beginian beredar 4 thn lebih. dari majalah blom terbit ( 2006 ) sampe sy divonis 2 thn ( 2010 ) . ironisnya disebarin di jalan.pedih," ungkap Erwin.


Sebagaimana diketahui, Erwin dinilai MA bertanggung jawab atas isi Majalah Playboy Indonesia yang melanggar Pasal 282 KUHP tentang Penyiaran Tindak Kesusilaan. Ia pun divonis dua tahun penjara.(Infoteratas.com)



Comments
0 Comments

0 comments