Saturday, 24 June 2017

Ini Penjelasan Lengkap Polri soal Aksi Teror di Polda Sumut, Simak,,!!


Darirakyat.com, Jakarta - Dua teroris menyerang Polda Sumatera Utara (Sumut), Medan, dan menikam salah satu petugas Aiptu Martua Sigalingging hingga tewas. Begini urutan peristiwa menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

"Tadi pukul 03.00 WIB ada serangan diduga teroris. Dua orang melompat pagar di penjagaan polda sumut kemudian menyerang salah satu pos," terang Setyo usai Salat Id di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Setyo menerangkan Polda Sumut memiliki tiga pos penjagaan, pos I digunakan untuk masuk, pos II khusus VIP, dan pos III sebagai pintu keluar. Ketiga pintu tersebut ditutup pada pukul 18.00 WIB. 

"Tiga (pos) itu ditutup pukul 18.00 WIB, sebenarnya sudah ditutup tiga itu. Dua orang ini melompat kemudian menyerang," jelas Setyo.

Setyo menyebut polisi yang berjaga ada empat orang. Setyo mengatakan dua orang petugas sedang berpatroli, satu orang sedang di luar pos dan menyisakan Aiptu Martua yang sedang istirahat. 

"Di pos dua orang, harusnya 4 (polisi), 2 patroli, 2 itu satu di luar pos satu istirahat. Yang diserang yang di dalam pos sedang istirahat. Pada saat diserang anggota Aiptu Martua gugur karena ditikam sajam (senjata sajam)," katanya. 

Sebelumnya, Aiptu Martua juga sempat melakukan perlawanan. Rekannya yang bernama Ginting kemudian minta tolong anggota Brimob yang berjaga di pintu lain. Akhirnya, petugas Brimob melumpuhkan pelaku dengan tembakan.

"Kemudian Ginting minta tolong ke Brimob yang berjaga. Anggota Brimob di pintu lain mengambil tindakan dengan satu pelaku tewas di tempat karena dilumpuhkan dan satu dalam keadaan kritis," paparnya. 

Setyo mengatakan beberapa waktu lalu Densus 88 menangkap tiga orang teroris. Setyo menduga dua teroris ini masuk jaringan tersebut.

"Untuk diketahui beberapa waktu lalu Densus 88 sudah menangkap 3 orang yang merencanakan, ini kayaknya kelompok mereka atau sel lain. Terbukti ada dua orang lagi menyerang langsung ke Polda Sumut," urainya. (detik.com)


Comments
0 Comments

0 comments