Tuesday, 23 May 2017

Ternyata Ini Penyebab Restoran Ini Bangkrut, Simak.

Ternyata Ini Penyebab Restoran Ini Bangkrut, Simak.
Darirakyat.com -- Viral di twitterland kemarin perihal bangkrutnya sebuah restoran di Sidney, Australia, Willis Canteen yang dimiliki oleh orang Indonesia, Teuku Indra Utama.
Akun @CumaSiBudi menceritakan dalam cuitan-cuitannya mengenai restoran tersebut yang tadinya selalu laris mendadak sepi pengunjung, bahkan nyaris gulung tikar.
Harga makanan yang dikenakan di Willis Canteen relatif terjangkau untuk ukuran orang yang tinggal di Australia. Sekali makan paling hanya menghabiskan $30 Australia (AUD30).
Bermula saat kejadian Ahok mulai dipenjara. Pemilik Willis Canteen, Indra, meng-update status nyinyir, bermuatan hatespeech terhadap aksi-aksi lilin yang marak dilakukan oleh orang Indonesia dari seluruh dunia.
Walhasil status Facebook Indra menjadi viral di media sosial. Netizen pun banyak yang mulai 'ngulik' status-status yang selama ini dibuat oleh yang bersangkutan.
"Gara-gara Indra nyinyir terhadap aksi lilin Sydney, netizen yang terganggu langsung ngulik wall yang bersangkutan. 

Ditemui frase 'Kafir Anjing Bunuh bertebaran di sana'," demikian @CumaSiBudi mencuitkan.
Alih-alih minta maaf, Indra malah mengulangi perbuatan serupa, ia kembali mem-posting tulisan hatespeech di akun Facebook-nya.
Sebagai seorang yang mencari nafkah dan hidup di Sydney, apa yang dilakukan oleh Indra merupakan tindakan yang sulit diterima masyarakat yang multi-entis dan multi-agama. 

Tindakan Indra bisa dikategorikan sebagai perilaku bigot. Netizen bahkan menganggap Indra rasis.
Sontak akun Willis Canteen di Tripadvisor.com, Facebook, dan Zoomato, di-review sangat buruk oleh banyak orang. Mereka menuliskan, "Jangan makan di sini, ownernya rasis."
Akun @CumaSiBudi mencuitkan, "Tidak pake lama, bisnis Willis Canteen langsung drop dan bangkrut, pelanggan tiba-tiba hilang, dan tatapan sinis menyertai dimanapun ia pergi."
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan, bisnis yang tadinya selalu laris kini berimbas sangat dahsyat. Ditinggalkan pelanggannya.
Terancam kebangkrutan, Indra pun meminta maaf melalui akun Facebook-nya. Namun sudah terlanjur kredibiltasnya hancur oleh ulahnya sendiri yang bigot.
Akun @CumaSiBudi berpesan, "Efek kampanye kebencian di Pilkada DKI merasuk dan berefek jauh lebih parah dari yang pernah kita bayangkan. 

Dan itu masih terjadi hingga detik ini. Semua kena imbas, mulai pola fikir anak-anak kencur SD -Mahasiswa, bahkan sampai menjalar ke institusi bisnis dan pemerintahan."
"Kejadian Willis Canteen ini hanya satu contoh. Saya yakin ke depan akan makin banyak korban, karena di Facebook mulai massif gerakan boikot bisnis rasis," cuit @CumaSiBudi.
Dikabarkan para pengusaha dan pengendali bisnis banyak yang mulai melakukan screening terhadap para pegawainya yang kedapatan mengungkapkan sikap radikal dan intoleransi di ruang publik. Bahkan pemilik usaha dari kalangan muslim pun juga banyak yang melakukan pemecatan terhadap pegawainya yang intoleran apalagi radikal. Mereka sudah amat jengah.
"Sekarang saja, di timeline media sosial masih ramai 'kofar-kafir cina' PKI kan? Itu pada tidak mikir efeknya ya? Screening pegawai via sosmed benar2 dimulai," cuit @CumaSiBudi.
(ES)
Catatan:
Bigot merupakan orang yang intoleran terhadap agama, keyakinan atau ras orang lain yang berbeda dengan dirinya dan merasa kelompoknya paling benar sendiri dengan fanatisme buta.
Menurut Kamus Merriam Webster, "Definition of bigot a person who is obstinately or intolerantly devoted to his or her own opinions and prejudices; especially :  one who regards or treats the members of a group (such as a racial or ethnic group) with hatred and intolerance."
Bigot is a person who is utterly intolerant of any differingcreed, belief, or opinion. (Dictionary.com)

Bigot is a person who has strong, unreasonable beliefs and who does not like other people who have different beliefs or a different way of life. (Dictionary Cambridge) (indonesiana.tempo.co)

Comments
0 Comments

0 comments