Friday, 23 December 2016

Wowww......Akhirnya Jonru Bela Jokowi


Darirakyat.com - Sebuah buku bertajuk 'Jokowi Undercover, melacak jejak sang pemalsu jatidiri-prolog revolusi kembali ke UUD 45' kini sedang menjadi bahan perbincangan. Buku tersebut ditulis oleh seorang pria bernama Bambang Tri.
 

Bahkan, buku tersebut sempat dihadirkan dalam sebuah acara diskusi di Magelang. Diduga tak berizin, isi buku itu sedang dalam penyelidikan Polda Jawa Tengah.

Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru, aktivis sekaligus penulis, meyakini Bambang Tri merupakan seorang penipu. Lewat Fanpage miliknya, Jonru mengungkap sejumlah keanehan yang diketahuinya sejak berkenalan.

Menurut Jonru sudah bertahun-tahun lalu Bambang Tri menuduh Jokowi dan keluarganya terkait PKI. Tapi kenapa sampai sekarang aman-aman saja?

"Dia selalu membuat kesan bahwa dia orangnya sangat kuat, bahkan berani menantang "ayo tangkap saya." Siapa sebenarnya dia, kok bisa seberani itu?" demikian dikutip dari FP Jonru Ginting, Jumat (23/12).

Jonru mengaku sejumlah rekannya pernah berniat membeli buku yang ditulisnya melalui pesan online. Namun, saat mencapai batas waktu pengiriman, Bambang Tri tak pernah mengirimkan buku tersebut.

"Banyak teman yang membeli bukunya, tapi tak pernah dikirim. Memang ada orang yang mengaku sudah membeli bukunya dan dikirim. Namun itu tidak menafikan fakta bahwa yang tertipu juga banyak."

Bambang Tri juga pernah meminta donasi untuk mendirikan sebuah lembaga yang dinamakannya Dewan Revolusi Nasional (DRN). Namun, Jonru mengaku tak jelas donasi yang diberikan dan tak ada laporan apapun soal penggunaannya.

"Dia mengaku pernah didatangi oleh utusan Presiden Jokowi, mengaku bukunya sedang diteliti oleh TNI, dan sebagainya. Tapi itu hanya pengakuan sepihak, tak ada bukti otentik apapun."

Tak hanya itu, Bambang juga disebut Jonru pernah mencatut nama Prabowo Subianto buat kepentingan pribadinya. Dia menduga, uang pembelian buku maupun donasi yang diberikan sejumlah orang mengalir ke kantongnya sendiri.

Bukan hanya itu, Jonru juga mengungkapkan, Bambang pernah menghilang ketika para pembeli meminta haknya. Dan ketika muncul kembali, dia mengklaim sedang diburu intel sehingga meminta waktu untuk bersembunyi.

Isu Jokowi keluarga PKI ini pernah beredar beberapa waktu lalu. Badan Intelijen Negara (BIN) langsung melakukan penyelidikan dan hasilnya, mereka memastikan tidak ada catatan bahwa orang tua Presiden Jokowi adalah tokoh atau kader PKI, baik di Giriroto, Boyolali, maupun di daerah lain.

"Tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo dan orang tua atau keluarga Presiden Joko Widodo terlibat PKI adalah fitnah," kata Sutiyoso beberapa waktu lalu.


Sumber : merdeka.com

Comments
0 Comments

0 comments