Terkuak Sudah..!! Ini Alasan Setyardi Terima Rp.20M Untuk Hancurkan Nama Jokowi...



Darirakyat.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Hasto Kristiyanto menyatakan Setyardi Budiono, pemimpin redaksi Tabloid 'Obor Rakyat' telah berbohong. Hasto menegaskan jika Setyardi memiliki koneksi dengan tim Prabowo-Hatta.

Kebohongan Setyardi itu adalah ketika dia mengatakan sebagian besar pembiayaan tabloid itu berasal dari kantongnya sendiri. "Dia (Setyardi) itu bagian dari pemuja kekuasaan, dan memiliki kontak dengan tim pasangan capres yang menjadi rival Jokowi. Jadi cara-caranya penuh dengan fitnah dan tidak manusiawi," tegas Hasto dalam keterangannya, Minggu (15/6).

Hasto menyatakan pihaknya tak habis pikir bagaimana Setyardi terlihat benar-benar tak memiliki hati nurani dan kemauan untuk mengakui kesalahannya. Dalam sebuah acara publik kemarin, Setyardi datang mengenakan baju kotak-kotak demi mencitrakan dirinya pendukung Jokowi.

"Padahal di catatan kami, di Pilgub DKI Jakarta lalu, dia (Setyardi) itu pendukung Foke (Fauzi Bowo). Jelas-jelas sudah bersalah, tetapi masih menggunakan kesempatan untuk menyerang Jokowi," kata Hasto.

"Saya menerima informasi bahwa total proyek menghancurkan nama Jokowi berbiaya sekurang-kurangnya Rp 20 miliar," tambah Hasto.

Hasto juga mengkritisi pernyataan Pengamat Komunikasi Politik, Heri Budianto, yang menyatakan bahwa tabloid 'Obor Rakyat' juga menguntungkan Jokowi.

"Jokowi-JK tidak akan pernah mendapatkan keuntungan dari setiap tindakan fitnah, berita bohong dan tendensius semacam Tabloid 'Obor Rakyat' yang alamat redaksinya saja tidak jelas, karena niatnya memang tidak baik," ujar Hasto.

Dia melanjutkan pihaknya mendorong Kepolisian RI harus mengusut tuntas kejahatan tersebut. Sebab jika Setyardi dan seluruh jaringannya yang diduga melibatkan kalangan elite kekuasaan tidak diusut tuntas, maka Indonesia bisa menjadi lautan fitnah.

"Harus dipahami bahwa ke depan akan ada lebih dari 560 pilkada. Jika virus tabloid 'Obor Rakyat' tersebut menjadi model penghancuran nama baik calon yang populer di mata rakyat, maka virus tabloid itu akan beredar menjadi mata rantai kejahatan pers," tuturnya.

"Karena itulah solusinya tidak bisa lagi hak jawab. Solusinya hanya tunggal, hukum harus ditegakkan," tegasnya.

Bagi Tim Jokowi-JK, beredarnya Tabloid 'Obor Rakyat' tidak hanya merobek tradisi demokrasi damai, sehat dan santun. Tabloid tersebut menjadi awal hancurnya nilai-nilai kemanusiaan hanya karena nafsu kekuasaan.

Seperti diketahui, tabloid 'Obor Rakyat' sudah menjadi bahan pembicaraan beberapa minggu terakhir karena berisi 'kampanye hitam' dan fitnah atas calon presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di edisi I, Tabloid 'Obor Rakyat' menuding Jokowi dengan isu SARA dan tudingan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi. Beberapa hari lalu, tabloid Obor Rakyat edisi II kembali beredar di Jember.

Berita utama yang diangkat dalam tabloid 'Obor' edisi II adalah "1.001 Topeng Pencitraan". Pemberitaan tabloid tidak satu pun yang memberitakan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Tabloid yang dicetak dan disebarluaskan secara gratis itu dikirim melalui jasa kantor pos pusat di Bandung dan diedarkan ke sejumlah pondok pesantren, masjid, dan surau-surau serta tokoh masyarakat di Jatim, Jateng dan Jabar.

Siapa di balik tabloid itu kini sudah mulai terungkap. Salah satunya adalah Darmawan Sepriyossa yang bekerja di sebuah situs online. Satu nama lainnya adalah Setyardi, yang merupakan anak buah dari Staf Khusus Kepresidenan Velix Wanggai.

LIKE DAN SHARE


0 comments