Wednesday, 7 December 2016

Tak Kapok Dipolisikan, Bony Hargens Bongkar Lagi Borok SBY. Begini Ceritanya...!


Darirakyat.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai banyak pihak yang ‘dikenyangkan’ akibat korupsi dan kekuasaan saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurutnya, korupsi bukanlah aktivitas tunggal melainkan sistem yang sudah dibangun secara struktur. “Karena korupsi dapat dilakukan setelah melewati kebijakan publik,” tegasnya dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

“Dan itu yang terjadi saat ini, banyak proyek yang mangkrak. Yang jelas korupsi marak pada zaman SBY. Para sengkuni berkeliaran,” ujarnya.

Untuk itu, Boni menilai, era pemerintahan Jokowi adalah momentum untuk berubah. “Penegakan hukum jadi kewajiban bersama. KPK punya komitmen besar tapi diganggu oleh sekelompok pecundang yang memainkan peran dalam sebuah aksi yang kita kenal 212,” cetusnya.

“Seperti yang sudah pernah saya sebut, SBY adalah aktor politiknya yang uangnya dari hasil korupsi selama dua periode jadi presiden sehingga sasaran 212 adalah Jokowi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Boni menyebut aksi 212 diawali dengan konferensi pers politik Ketua Umum Partai Demokrasi ini Cikeas pada tanggal 2 November 2016. Substansi konferensi pers memperlihatkan kepanikan dan kemarahan SBY terhadap Ahok dan pemerintahan Jokowi.

“Apalagi, konferensi pers tersebut bukan sebuah upaya koreksi terhadap pemerintahan tetapi sebuah gerakan kekuasaan untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta. Mengingat putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono juga ikut bertarung,” kata Boni di Jakarta, Jumat (11/11/2016) lalu.
 
Sejumlah kader Partai Demokrat melaporkan pengamat politik, Boni Hargens, ke polisi. Boni dilaporkan karena diduga telah menuding Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai auktor intelektualis dibalik aksi unjuk rasa pada 4 November 2016.  Ketua Forum Komunikasi Kader Partai Demokrat Seluruh Indonesia, Didi Irawadi Syamsudin mengatakan, Boni menuduh SBY mendanai aksi unjuk rasa 4 November yang berujung ricuh tersebut. Didi menilai, tuduhan Boni tidak berdasar.  "Kami laporkan antara lain fitnah yang dilakukan. Dia menuduh Ketua Umum kami itu (SBY) dalang dari aksi damai 4 November yang mana saudara Boni Hargens mengatakan bahwa itu hasil dari uang korupsi 10 tahun. Itu tentu fitnah yang sangat keji dan tidak bertanggung jawab," kata Didi seusai membuat laporan polisi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/12/2016). Sumber : kaskus.co.id 

Comments
0 Comments

0 comments